Waspada ! Gaya Hidup Ini Tanpa Sadar Bikin Boros

uang-digital
Uang Digital

Gaya hidup masyarakat kota, terutama untuk para pegawai kantoran banyak yang dapat dibilang boros. Bisa jadi, kamu juga termasuk salah satu diantaranya. Kalau gak dikelola dengan baik, yang ada gaji cuma numpang lewat aja. Betul gak?

Nah kalau kamu bingung, berikut ini kita kasih contoh gaya hidup boros yang sebenarnya bisa kamu pangkas demi menyelamatkan uangmu.

1. Kebiasaan naik taksi saat berangkat kerja

Gaya hidup naik taksi mungkin memang lebih enak dibanding transportasi umum lainnya. Di dalam taksi kalian bisa tidur dengan tenang, gak perlu kepanasan, dan saat terbangun kamu sudah sampai kantor saja. Tapi kebiasaan ini sebenarnya justru bisa membuat kesempatanmu untuk menabung lebih jadi hilang.

Coba saja kamu ganti dengan transportasi lainnya seperti bus, angkutan umum, atau ojek online yang tarifnya lebih murah ketimbang taksi. Memang sih kenyamanannya gak sebanding, tapi kan tabunganmu lebih penting ketimbang kenyamanan sesaat.

2. Takeaway kopi

Gaya hidup yang kaya gini nih masih sering ditemuin di perkotaan Jakarta. Sebelum mulai kerja mampir aja dulu ke coffee shop buat beli espresso atau cappuccino. Memang murah sih, paling sekitar 10 ribu sampai 30 ribuan rupiah. Tapi kalau terus-terusan setiap hari rugi juga. Kalau memang yang kamu cari adalah kafein dari kopi, bikin saja sendiri di pantry kantor. Rata-rata kantor sih pasti punya stok buat kopi, tinggal ditaruh ke gelas, terus tuang air panas, aduk sampai rata, jadi deh. Tinggal seruput.

3. Makan siang yang kelewat mahal

Gaya hidup ini juga ga kalah bikin kantong jebol. Masih banyak yang doyan banget makan siang di tempat makan yang mahal. Kalau sekali makan di atas 50 ribu rupiah itu udah kelewat mahal. Coba tekan lagi pengeluaran untuk makan siang. Makan di tempat biasa asalkan bersih dan asupan gizinya tercukupi, kenapa gak kan?

Buatlah batasan pengeluaran makanmu sehari-hari, kalau dirasa Rp 50 ribu adalah batas yang proporsional jika dibandingkan dengan gajimu, ya jangan melebihi itu. Atau kalau kamu pikir 30 ribu rupiah sudah cukup, ya buatlah patokan untuk tidak makan lebih dari Rp 30 ribu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *